Anthony Fauci : AS Tak Akan Lockdown Meski Ada COVID-19 Varian Delta

Foto : Para pejalan kaki melintas di Times Square New York, Amerika Serikat (AS) (12/12/2020). Total kasus COVID-19 di AS menembus angka 16 juta pada Sabtu (12/12), menurut Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Universitas Johns Hopkins. (Xinhua/Michael Nagle)

SUARA DESA -

Amerika Serikat tidak akan memberlakukan lockdown lagi untuk mengekang infeksi tetapi "situasi akan menjadi lebih buruk" karena COVID-19 varian Delta memicu lonjakan kasus, yang sebagian besar terjadi di antara mereka yang belum divaksinasi.

Hal itu disampaikan oleh pakar penyakit menular AS, Dr. Anthony Fauci, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (2/8/2021).

Kepada  This Week ABC, Fauci menyampaikan bahwa kini sudah ada persentase yang cukup dari warga AS yang sudah divaksinasi untuk menghindari lockdown.

"Tidak cukup untuk menghancurkan wabah, tetapi saya cukup percaya itu tidak akan membuat kita masuk ke situasi seperti yang terjadi di musim dingin lalu," kata Fauci.

Sementara itu, analisis yang dilakukan kantor berita Reuters menunjukkan, jumlah rata-rata kasus baru COVID-19 yang dilaporkan secara nasional di AS naik hampir dua kali lipat dalam 10 hari terakhir.

Bahkan jika negara bagian AS tidak memberlakukan lockdown lagi, penyebaran COVID-19 varian Delta masih dapat mengancam perekonomian.

Presiden Minneapolis Federal Reserve Bank, Neel Kashkari mengatakan kepada acara CBS: Face the Nation bahwa Virus Corona varian Delta "menciptakan banyak kehati-hatian" di antara jutaan warga AS yang tidak bekerja dan dapat memperlambat pemulihan pasar tenaga kerja.

Diketahui bahwa lonjakan kasus COVID-19 varian Delta juga mengguncang dunia. Beberapa wilayah Asia yang sebelumnya relatif berhasil menahan Virus Corona, seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam, kini kembali menerapkan lockdown.

Di Australia, otoritas negara itu mengerahkan tentara tak bersenjata dalam langkah membantu polisi kota Sydney memeriksa apakah warga yang dites positif menjalani isolasi.

Di Prancis, di mana pemerintah sedang memerangi gelombang keempat infeksi, ribuan orang memprotes selama tiga pekan berturut-turut untuk menentang protokol kesehatan yang mengatakan vaksinasi akan diperlukan untuk masuk ke banyak tempat umum.

 

No comments

Powered by Blogger.