Musa Rajekshah Sebut Perkembangan Kasus Covid-19 di Sumut Terus Membaik

Foto : Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut), Musa Rajekshah

SUARA DESA -

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut), Musa Rajekshah mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Sumut dalam 2 pekan terakhir terus membaik. Terlihat dari menurunnya jumlah konfirmasi positif, berkurangnya kasus aktif, dan meningkatnya kesembuhan.

Hal tersebut disampaikan Musa Rajekshah saat mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Luar Jawa Bali dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto.

Dalam Rakor tersebut, Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck melaporkan, situasi PPKM di Sumut. Perkembangan kasus Covid-19 dalam 2 pekan terakhir, mulai 21 Agustus hingga 4 September 2021 mengalami perbaikan.

"Situasi Covid-19 di Sumatera Utara mengalami penurunan selama dua minggu terakhir," kata Ijeck, dalam keterangan diperoleh, Senin (6/9/2021).

Pertambahan jumlah kasus positif di Sumut 2 pekan terakhir lebih kecil 6.867 kasus (-39,0 persen) dibanding pertambahan jumlah kasus positif dua pekan sebelumnya (dari 17.623 kasus/2 pekan menjadi 10.756 kasus/2 pekan).

Kasus aktif berkurang 29,7 persen atau 8.129 kasus (berkurang dari 27.410 menjadi 19.281 kasus) dan kasus sembuh bertambah 18.537. Tingkat kesembuhan meningkat 11,5 persen (dari 66,5 persen menjadi 78,0 persen).

Untuk tingkat kematian (CFR) masih meningkat 0,1 persen (dari 2,37 persen menjadi 2,47 persen), dengan jumlah kematian sebanyak 348 kasus. Dalam 2 pekan terakhir, spesimen yang diperiksa (PCR dan antigen) bertambah menjadi 143.876 spesimen, meningkat 13,9 persen dari 2 pekan sebelumnya.

Positivity Rate Sumut tercatat 8,39 persen, menurun 0,13 persen dari 2 pekan sebelumnya (8,51 persen menjadi 8,39 persen). Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) Covid-19 turun 24 persen (dari 54 persen menjadi 30 persen), BOR Isolasi turun 25 persen (dari 54 persen menjadi 29 persen).

BOR Intensif turun 19 persen (dari 57 persen menjadi 38 persen). Vaksin dosis 1 meningkat 3,4 persen (bertambah 382.493 suntikan ), vaksin dosis 2 meningkat 1,7 persen (bertambah 192.926 suntikan), dan vaksin dosis 3 tenaga kesehatan (nakes) meningkat 25,2 persen (bertambah 17.933 suntikan).

Wagub Sumut, Musa Rajekshah, juga menjelaskan, dalam penanganan Covid-19 di Sumut berfokus dalam beberapa hal, diantaranya pengendalian mobilitas penduduk, meningkatkan 3T (testing, treament, tracing).

"Lalu, memaksimalkan isolasi terpadu, dan mengoptimalkan vaksinasi," ujarnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) menjelaskan, secara umum situasi pandemi di Luar Jawa-Bali menunjukan terjadinya perbaikan.

"Level Asesmen Situasi Pandemi di Luar Jawa-Bali, dari minggu ke minggu menunjukan hal positif, terjadi penurunan Level PPKM di berbagai provinsi di Luar Jawa Bali," sebutnya. (*)

 

 

 

No comments

Powered by Blogger.