Sandiaga Uno Nyawer Pemain Marching Band Opa-Oma di Desa Wisata Cisande

Foto : Grup marching band Opa-Oma di Desa Wisata Cisande, Sukabumi. (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

SUARA DESA -

Dengan banyak desa wisata bermunculan, pengelola pun harus memutar otak agar bisa tampil atraktif di mata calon pengunjung. Begitu pula dengan Desa Wisata Cisande di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Salah satu atraksi yang dihadirkan menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Atraksi itu tak lain adalah penampilan grup marching band Opa-Oma. Sandiaga sampai menyawer para pemain yang terdiri dari sejumlah lansia. Menyawer grup marching band itu ternyata merupakan bagian tradisi di Desa Cisande.

"Opa-Oma semangatnya luar biasa sekali dalam mendukung daya tarik wisata di desa ini. Semangatnya patut kita tiru," ujar Sandiaga, dalam rilis tertulis yang diterima, Minggu, 5 September 2021.

Marching band Opa-Oma itu terbentuk pada 2015. Tujuannya tak lain sebagai daya tarik Desa Wisata Cisande. Para pemainnya rata-rata berusia 50--70 tahun. Mereka sebelumnya tidak punya pengalaman sebagai pemain marching band di usia muda.

Setelah menonton aksi marching band, Sandiaga untuk mendatangi booth suvenir fesyen, utamanya baju tani atau pangsi. Kriya dari bambu, termasuk caping, juga dijual di sana.

Ia juga sempat mencoba membuat nasi di tungku dan menggoreng comro bersama ibu-ibu setempat. Sandiaga juga menyempatkan untuk memberi makan ikan dan bermain panah, hingga menerbangkan layang-layang bersama anak-anak di Desa Cisande.

Desa Wisata Cisande juga memiliki potensi kegiatan wisata edukasi, seperti menghias layang-layang caping juga menanam padi. Tersedia pula edukasi budidaya perikanan, khususnya ikan hias dan lele.

Namun, Sandiaga mendorong agar Desa Wisata Cisande mengembangkan edukasi peternakan. Untuk itu, ia memberikan sepasang domba agar bisa dikembangkan masyarakat. Sepasang domba itu dinamai AD dan WI.

Nama AD dan WI merupakan akronim dari Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Ia berharap kehadiran sepasang domba bisa jadi modal untuk pengembangan wisata edukasi peternakan.

"Di sini sudah ada perikanan, lalu juga ada agrowisata, tetapi peternakan belum lengkap. Oleh karena itu, saya menyumbangkan sepasang domba kepada Desa Wisata Cisande supaya menjadi permodalan wisata edukasi peternakan," ujar Sandiaga.

Desa Wisata Cisande disebut menonjolkan nilai budaya setempat dengan menghadirkan taman kuliner. Di dalamya ada angkringan, warung kopi, dan kelas memasak tradisional khas Cisande.

Wisatawan juga dapat berkunjung ke rumah produksi kriya sandal jepit, rumah produksi permainan tradisional khas Cisande, rumah produksi anyaman bambu, rumah produksi abon lele, rumah produksi batik khas kecamatan Cicantayan, Sukabumi serta pakaian khas pangsi. 

Desa itu juga dilengkapi berbagai fasilitas kegiatan luar ruang, seperti flying fox, panahan, river tubing, camping ground, serta Bukit Cemara.

Dengan beragam potensi itu, Sandiaga menyatakan bahwa Desa Wisata Cisande memiliki potensi bersaing dengan desa wisata kelas dunia. Pasalnya, potensi wisatanya tidak hanya menarik, tapi juga berkelanjutan dan diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah kesejahteraan rakyat.

"Desa Wisata Cisande sebagai peserta dari 1.831 jaringan desa wisata dan Jawa Barat menjadi perwakilan dari 50 desa wisata terbaik. Kita harapkan desa wisata ini dapat membangun Indonesia," ujar Sandiaga. (*)

 

 

 

No comments

Powered by Blogger.