Kreativitas WBP Rutan Tanjung Gusta Medan Ciptakan Replika Mobil Berbahan Koran

Foto : Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Klas I Tanjung Gusta Medan merakit replika mobil minibus berbahan dasar kertas koran bekas.

SUARA DESA -

Rumah Tahanan (Rutan) tidak serta merta membunuh kreativitas. Terbukti, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Klas I Tanjung Gusta Medan merakit replika mobil minibus berbahan dasar kertas koran bekas.

Koordinator kerajinan replika mobil minibus, Tarmidi mengatakan, selain kertas koran bekas, replika mobil minibus tersebut juga berbahan kardus dan lem. Replika mobil minibus produksi pabrikan otomotif asal China itu akan dilelang.

"Hasilnya akan disumbangkan untuk para korban erupsi Gunung Semeru," kata Tarmidi, Kamis (16/12/2021).

Sekilas, nyaris tidak ada yang membedakan replika mobil ini dengan yang sungguhan. Setelah dilihat lebih dekat, akan tampak jika mobil minibus ini sebenanrnya susunan gulungan kertas koran bekas yang ditata rapi oleh para WBP.

"Replika mobil ini sudah berusia hampir satu tahun sejak resmi dipajang di Galeri Karya WBP Rutan Tanjung Gusta," terang Tarmidi.

Uniknya, para WBP tidak hanya membuat gambaran luar mobil saja. Mereka mereplika hingga ke bagian interior dan mesin. Menurut Tarmidi, butuh waktu hingga 6 bulan untuk merampungkan replika mobil minibus kertas tersebut.

"Ada belasan WBP yang terlibat dalam pembuatan replika ini, meski tidak semua rutin ikut menyelesaikan proses pembuatan hingga rampung," ucapnya. 

Diterangkan Tarmidi, awal pembuatan replika mobil kertas diawali dengan konsep. Rangkanya dibuat menggunakan bahan besi. Badan mobil mencakup lantai dan atap dilapisi paralon agar kokoh.

"Replika mobil kertas ini bisa dinaiki. Khusus lampu depan dan belakang, merupakan komponen asli suku cadang mobil," terang pria 53 tahun itu.

Diungkapkan Tarmidi, sebelum konsep dimatangkan, para WBP terlebih dahulu mengerjakan bahan baku, yakni gulungan kertas koran bekas yang dilumuri lem. Setelah gulungan kertas koran bekas berjumlah puluhan ribu selesai, replika mulai dirakit.

"Setiap gulungan koran disusun rapi dan detail, agar tetap simetris, sesuai dengan konsep ruang bangun. Selama merakit replika, kualitas kertas koran diperhatikan agar tidak rusak," ungkapnya.

Replika mobil berbahan kertas koran bekas ini rutin dirawat dan dibersihkan secara berkala. Saat ini, Tarmidi dan para WBP lainnya juga sedang merancang pembangunan replika kapal pesiar. (*)

 

 

No comments

Powered by Blogger.