Varian Omicron Menyebar Luas di India, Pemerintah Gencarkan Vaksinasi COVID-19

Foto : Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 Covaxin kepada seorang pria di sebuah pusat kesehatan di New Delhi, Kamis (21/10/2021). (Prakash SINGH/AFP)

SUARA DESA -

Kasus varian baru COVID-19 Omicron telah meningkat menjadi 21 kasus di India selama akhir pekan, dan orang-orang harus meningkatkan vaksinasi, kata para pejabat, Senin 6 Desember 2021.

Negara bagian barat Rajasthan melaporkan jumlah kasus Omicron terbanyak yakni sembilan kasus, diikuti oleh delapan kasus di Maharashtra, dua di Karnataka dan masing-masing satu di Gujarat dan ibu kota New Delhi. Demikian seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (7/12/2021).

"Orang-orang Delhi harus divaksinasi sepenuhnya, memakai masker dan menjaga jarak sosial," kata menteri kesehatan India Satyendar Jain di Twitter.

Dia mengatakan pasien terinfeksi varian Omicron pertama di kota itu sedang dirawat di rumah sakit yang dikelola negara. Sekitar 94 persen orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis, tambahnya.

Negara ini telah sepenuhnya memberi vaksinasi COVID-19 51 persen dari 944 juta orang dewasa dan memberikan setidaknya satu dosis hingga 85 persen.

Menurut data pemerintah, puluhan juta orang, bagaimanapun, terlambat untuk dosis kedua mereka meskipun persediaan vaksin cukup.

India melaporkan dua kasus Omicron pertamanya di negara bagian Karnataka selatan pada hari Kamis, pada satu orang tanpa riwayat perjalanan baru-baru ini.

Sebagian besar kasus lain terjadi pada orang yang baru saja datang dari luar negeri, tetapi dokter mengatakan virus yang bermutasi juga telah menyebar di populasi lokal. (*)

 

 

No comments

Powered by Blogger.