Daya Tarik Unik Desa Wisata Apar, Punya Sekolah Tinggi Ilmu Beruk

Foto : Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Liputan6.com/Rino Abonita).

SUARA DESA -

Desa Wisata Apar berhasil menyabet juara tiga dalam kategori desa digital ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. 

Desa wisata yang terletak di Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatra Barat ini menyimpan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal nan unik.

Dikutip dari laman resmi Jejaring Desa Wisata Kemenparekraf, Selasa, 4 Januari 2022, Desa Wisata Apar memiliki ragam destinasi, termasuk hutan mangrove lengkap dengan jalur trekking-nya. Lokasi ini juga dilengkapi sejumlah gazebo dan menara pandang.

Desa Wisata Apar juga menyuguhkan hamparan pantai dengan matahari terbenam yang indah dan memiliki konservasi penyu. Salah satu daya tarik unik desa ini yang mengangkat kearifan lokal, yakni atraksi beruk di Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB).

Wisatawan dapat melihat aksi beruk memetik buah kelapa. Setelah menjatuhkan kelapa, beruk akan memberikannya kepada wisatawan.

Dikutip dari kanal Regional Liputan6.com, pembelajaran di STIB terdiri dari enam kurikulum khusus yang berlangsung setiap pagi dan sore selama beberapa bulan. Selama tiga bulan pertama, hewan-hewan ini akan mengikuti pembelajaran mencakup pengenalan diri.

Beruk masih pada tahap diberi makan dan dimandikan. Dua bulan selanjutnya, akan mengikuti tahapan yang disebut karambiah pancang. Beruk diperkenalkan dengan buah kelapa yang telah dipancang pada media berupa kayu.

Kemudian, disusul dengan pembelajaran karambiah sompong. Tahapan ini berupa memutar-mutar buah kelapa yang dipancang dalam jangka waktu satu bulan belajar. 

Pembelajaran selanjutnya berlangsung selama dua bulan, disebut karambiah gantuang. Mencakup cara menjatuhkan buah kelapa yang digantung di antara pohon kelapa lainnya.

Sebelum siap "turun ke lapangan," dan dapat membedakan mana buah kelapa tua atau muda, beruk terlebih dahulu mengikuti pelatihan yang disebut manjatuhkan karambiah. Pembelajarannya berjalan selama tiga bulan.

Desa Wisata Apar juga memiliki ragam atraksi lain, seperti atraksi kano. Wisatawan dapat menelusuri hutan mangrove membayar mulai Rp20 ribu.

Selain itu, wisatawan juga dapat memancing di kawasan mangrove, juga memilih paket mencari kepiting, kerang muara, ikan, dan buah mangrove. Setelahnya, wisatawan bisa langsung mengolahnya didampingi tim dari desa wisata,

Ada pula olahan buah mangrove yang dijual mulai Rp100 ribu. Kerajinan tangan desa ini juga tak kalah menarik, yakni sulaman Apar seharga mulai Rp200 ribu.

Bagi wisatawan yang ingin menginap di Desa Wisata Apar, mereka dapat menyewa homestay seharga mulai Rp150 ribu. Ada pula atraksi melepas tukik dengan harga mulai Rp5 ribu, serta menikmati matahari terbenam mulai Rp3 ribu.

Desa Wisata Apar juga memiliki beragam kuliner khas, mulai dari rendang, hingga gulai kepala ikan. Sementara kerajinan tangannya antara lain kerajinan kulit, sulaman, dan kerajinan batang pisang.

Produk-produk ekonomi kreatif Desa Wisata Apar dijual mulai Rp20 ribu. Sedangkan untuk kuliner, wisatawan bisa menikmatinya dengan harga mulai Rp13 ribu. (*)

 

 

 

No comments

Powered by Blogger.