Meski Sudah Mutasi, AKBP IKhwan Tetap Kunjungi Kaum Dhuafa

Foto : Kapolres Batubara AKBP Ikhwan beri bantuan alat masak kepada 3 bersaudara.

SUARA DESA -

Sosok Polri  Panutan ini  tak pernah mengenal lelah dan selalu dekat dengan masyarakat  juga warga Dhuafa di Wilayah hukum Polres Barubara, Kamis 27/1/2022.

Dia adalah Kapolres Batubara AKBP Ikhwan SH MH sosok pejuang Kaum Dhuafa, meski dirinya sudah di mutasi menjadi Kabagdalops Roops Polda Sumut, namun jiwa sosial yang di miliki AKBP Ikhwan tak pernah surut.

Terpantau para Awak media Kapolres Batubara AKBP Ikhwan melakukan kunjungan kepada 3 bersaudara yang ditinggal orang tuanya, pada Selasa (26/1) lalu di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara.

Putri Umairah (14) dan kedua kakaknya menjadi anak tangguh yang terpantau Media dan Sang Pejuang Dhuafa. Warga Desa Lubuk Cuik yang di tinggalkan kedua orangtuanya ini harus berjuang  dengan berjualan bakso goreng sambil bersekolah.

Hal ini di ketahui Kapolres Batubara saat ada Viral di Media Sosial pada pekan Lalu. Putri Humairah dan kedua kakak kandungnya menjadi korban penelantaran orang tuanya saat 3 tahun yang lalu.

Dengan berdagang bakso goreng milik tetangga, mereka setiap hari bisa mengumpulkan pundi pundi uang Rp 15 ribu untuk biaya hidup sehari hari. Hal ini dikatakan oleh Putri saat Kapolres Batubara langsung mengunjungi dirinya di Sekolahnya SMP  Negeri 1 Desa Bulan Bulan, Kecamatan Limapuluh Pesisir.

Putri mengatakan, inilah hidup yang kami jalani bersama 2 kakak laki-laki saya. Sejak 3 tahun belakangan ini Ayah dan Ibu saya entah kemana. Setelah pergi merantau dan ingin mengubah hidup yang lebih baik mereka hilang kontak dan tak ada kabar beritanya sama sekali.

Saya sendiri harus berjualan bakso goreng dan kedua kakak saya harus bekerja ngomben sawit dan sawah milik orang. Semua hasil kerja kami yang sehari bisa mendapat Rp 15 ribu ini  kami pergunakan untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah.  

Namun kami takan pernah menyerah dan sampai sekarang kami bertiga masih bersekolah walau terkadang  makan hanya 1 kali sehari  itu pun harus di bantu tetangga di desa kami.

Harapan kami bertiga kepada kedua orang tua kami kalaulah masih hidup agar pulang. Kami masih ingin hidup dan memiliki ayah serta ibu yang bisa menjaga kami disini. Dengan tetesan air mata kerinduan, Putri berharap melalui berita para awak media yang ada.

Semetara Kapolres sang pejuang Dhuafa AKBP Ikhwan yang terharu dan berjiwa sosial ini menjemput Putri dari sekolahnya dan langsung membawa pulang Putri dan kedua kakak kandungnya menuju ke kediaman 3 anak bersaudara ini.

Berbekal alat masak dan penggorengan, Kapolres mengatakan sengaja datang membawa  perlengkapan ini agar Putri dan kedua kakaknya bisa berwiraswasta dengan berjualan Gorengan Bakso sendiri demi melanjutkan masa depan mereka yang masih panjang.

Melakukan bantuan sosial bagi saya tidak cukup sampai di sini saja, mereka harus bisa berusaha agar bisa mendapatkan pundi-pundi penghasilan setiap harinya. Harapan saya juga ini menjadi motifasi baik bagi mereka. Dengan ini semua, hari-hari mereka akan ada pemasukan yang dapat di pergunakan untuk makan dan biaya sekolahnya,  jelas Kapolres.

Kesedihan memecah saat Putri sangat kangen kepada orangtuanya dan berharap kembali bersama mereka, hingga membuat sosok Pejuang Dhuafa ini pun meneteskan air matanya. 

Reporter : Boim

No comments

Powered by Blogger.