Peristiwa Langka, Warga Korsel Membelot ke Korea Utara

Foto : Tentara Korea Selatan bersiap melakukan pembersihan ranjau di DMZ. (AP/Ah Young -joon)

SUARA DESA -

Seorang warga Korea Selatan dilaporkan melintasi perbatasan yang dijaga ketat ke Korea Utara dalam sebuah pembelotan, kata militer Korsel.

Orang tersebut dilaporkan mampu menghindari deteksi selama beberapa jam meskipun ada operasi pencarian oleh pasukan Korea Selatan.

Dikutip dari laman BBC, Senin (3/1/2022), Kepala militer di Seoul mengatakan bahwa mereka tak tahu apakah orang itu masih hidup atau tidak dan ini dianggap sebagai peristiwa langka.

Tetapi, pihaknya telah mengirim pesan ke Korea Utara meminta orang tersebut untuk dilindungi. Pasalnya, Korea Utara telah menerapkan kebijakan menembak pembelot selama pandemi.

Orang itu terdeteksi di Zona Demiliterisasi (DMZ), yang memisahkan kedua Korea, di sebuah titik di pantai timur sekitar pukul 21:20 waktu setempat (12:20 GMT) pada Sabtu (1/1), kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS).

Pejabat pertahanan di Seoul telah berjanji untuk merombak sistem pertahanan perbatasan setelah adanya pelanggaran serupa di masa lalu. Pada September 2020, pasukan Korea Utara menembak dan membakar seorang pejabat Korea Selatan yang hilang di laut. Insiden itu memicu kehebohan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebelumnya telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan menutup sebuah kota setelah seorang pembelot Korea Utara yang menurut Kim memiliki gejala COVID-19 menyeberang ke Utara dari Selatan.

Lockdown terkait pandemi COVID-19 di Korea Utara dan pembatasan pergerakan di dalam negeri juga telah mengurangi jumlah pembelotan dari Utara ke Selatan. Perbatasan antara Korea Utara dan Selatan adalah salah satu daerah yang paling dijaga ketat di dunia.

Wilayah itu dipenuhi dengan ranjau darat, dikelilingi oleh pagar kawat listrik berduri, kamera pengintai dan penjaga bersenjata yang waspada 24 jam sehari. (*)

 

 

No comments

Powered by Blogger.