Berjalan 3 Tahun, Pembangunan SMA Plus Besitang Belum Rampung


SUARA DESA -

Kebanggaan masyarakat Kabupaten Langkat sebagai Negeri bertuah untuk memiliki SMA Plus yang di gadang-gadang dapat melahirkan siswa siswi unggulan dan berprestasi, nampaknya masih sebatas impian. Senin (20/11/2023)

Pasalnya pembangunan SMA Plus Besitang yang berada di Lingkungan VI Bukit Gayor, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, hingga berjalan 3 tahun masih belum rampung dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Dimana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Pendidikan, melaksanakan pembangunan SMA Plus Besitang sejak bulan Juni 2020 di atas lahan sekitar 6 hektare dengan anggaran mencapai Rp 7,5 miliar bersumber dari APBD Sumut TA 2020.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2022 pekerjaan tidak selesai, hingga Pemprovsu kembali mengalokasikan dana dengan rincian:

- Belanja jasa konsultansi perencanaan pembangunan asrama oleh CV Syarsamas Engineering Consultant, dengan anggaran Rp 475 juta

- Belanja jasa konsultansi perencanaan lanjutan tahap II oleh CV Sakha Sinergi, dengan anggaran Rp 866,7 juta

- Jasa Konsultansi pengawasan lanjutan tahap II oleh CV Bumi Toran Kencana, dengan anggaran Rp 810,3 juta

- Pembangunan lanjutan tahap II oleh CV Bintang Buana, dengan anggaran Rp 11,5 miliar

- Jasa konsultansi pengawasan asrama oleh Karya Vitaloka Konsultan, dengan anggaran Rp 277,2 juta

- Pembangunan asrama oleh CV Naufal Jaya Abadi, dengan anggaran Rp 6 miliar.

Pembangunan lanjutan tahap II SMA  Plus Besitang yang dikerjakan oleh CV Bintang Buana pada bulan Juni 2022 namun sampai akhir Desember 2022 juga tidak selesai, keadaan ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pendidik dan masyarakat Kabupaten Langkat.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Kadis Pendidikan Sumut Asren Nasution dan Kacabdis Pendidikan Sumut di Stabat M Basir Hasibuan. SMA Plus Langkat akan memulai aktivitas belajar mengajar tahun 2023. Hal ini dikonfirmasi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi usai meninjau langsung sekolah yang berada di Kampung Lama, Besitang ini pada10 Agustus 2022 lalu.

Namun dari pantauan wartawan beberapa hari lalu di lokasi pembangunan SMA Plus Besitang, banyak pekerjaan dan bangunan yang belum selesai dikerjakan.

Terlihat para pekerja sedang sibuk melakukan pengecoran tembok penahan tanah (TPT), sementara itu beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti, taman, halaman, akses jalan dan beberapa bangunan lainnya juga belum dikerjakan.

Bahkan terlihat dibeberapa titik terlihat kerusakan, seperti TPT yang retak, pondasi aula yang turun hingga lantai berpecahan, selain itu bangunan ruang kelas tingkat dua (2) juga banyak ditemukan kerusakan berupa retakan di dinding dan tiang penyangga, padahal bangunan ini baru selesai dikerjakan.

Sementara itu, Sauli yang mengaku sebagai humas SMA Plus Besitang, saat ditemui dilokasi mengatakan, saat ini pekerjaan masih terus dilakukan dan pengerjaan memasuki tahap III, disinggung kapan selesai, dirinya belum bisa memastikan kapan pekerjaan bisa selesai. 

"Belum tau kapan siapnya, pengerjaan tahap III masih dilakukan," ucapnya.

Diketahui, tahun 2023 pembangunan lanjutan tahap III SMA Plus Besitang terus dilanjutkan dan dikerjakan oleh CV Nayla Santika dengan anggaran Rp 3,8 miliar, dimana sebelumnya Pemprovsu juga menganggarkan dana untuk jasa konsultansi pengawas lanjutan tahap III pembangunan oleh CV Rajawali Engineering Consultant, dengan dana Rp 282,8 juta.

"Pembangunan terus berjalan dengan dana mencapai puluhan miliar, namun sudah tiga tahun tidak selesai dan molor dari yang ditargetkan, bahkan bangunannya sudah ada yang rusak sebelum digunakan, agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, pemerintah harus tegas melakukan pengawasan, kita minta penegak hukum melakukan investigasi terkait pembangunan dan mengaudit anggaran yang digunakan dalam proyek ini," ucap Budi Syah Kurnia sekretaris LSM Gapotsu Kabupaten Langkat. 

Reporter : Kurnia02

No comments

Powered by Blogger.